Senin, 14 Maret 2011

Intelegensi dan kepribadian



INTELEGENSI DAN KEPRIBADIAN

INTELEGENSI
Banyak pendapat pakar tentang definis Intelegensi diantaranya menurut : Piaget,1959 bahwa intelegensi adalah penyesuaian diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru.ada pula yang mendefenisikannya sebagai penilaian atau  berfikir praktis,inisiatif dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dalam setiap keadaan ( Alfred Binet 1857-1911 ) , atau kemampuan untuk mengorhganisasikan,menghubungkan atau menyatukan satu dengan yang lainnya, ( to organize,to relate,to bind together ),ada yang menitik beratkan intelegensi pada kemampuan menitik beratkan dan penyesuainnya. Adapula yang mengatakan bahwa intelegensi individu dikaitkan dengan kemampuan pecahan masalah ,belajar,berfikir abstrak
Seorang tokoh Kolonialisme juga mengemukan “ Intelligence is demonstrable in abilityof the induvidual to make good responses from the stand pont of truth or fact “,artinya seseorang akan intelegen apabila responnya merupakan respon baik sesuai dengan stimulus yang diterimanya.
dari sekian banyak pendapat maka Msi ( mainstream science on Intellegence ,1994 mendefenisikan bahwa intelegensi yaitu kemampuan mental yang sangat umum yang antara lain melibatkan kemampuan akal,merencanakan memecahkan masalah,berfikir abstrak,memahami ide-ide kompleks,cepat belajar dan belajar dari pengalaman.
Berdasarkan analisi faktor,ada 7 faktor intelegensi ,seperti digambarkan dibawah ini  menurut Martin,1997 ,atau yang disebut Thurstone sebagai faktor primer :;
Primary Mental Abilities
Verbal  Comprehension
Word fluency  (kefasihan kata )
Number Facility
Spacial visualization
Associative memory
Perceptual speed
Raesoning / penalaran
Sedangkan  menurut Spearman yang terkenal dengan teori two-factor theory:
General Ability ( faktor G )
Ø  Individu berbeda satu sama lainnya
Ø  Disepakati dalam performance

Special Ability ( Faktor S )
Ø  Bersifat khusus menginai bidang bidang tertentu.
Ø  Individu mengalami persoalan sesuai dengan bidang bidang tersebut.

.Pengungkapan Intelegensi dengan istilah IQ atau Intelligence Quetiont yang diukur semasa kanak kanak.sedangkan  dewasa dengan menggunakan yang dinamakan psikotes.dimana standar nya normal antara 90-110,sedangkan diatas 110 tergolong diatas rata rata,120 keatas superir dan 130 berarti jenius.,namun dengan IQ masih diopertentangkan karena berdasarkan penelitian bahwa anak yang waktu sekolah mempunyai IQ tinggi ternyata pada saat dewasanya mereka biasa biasa saja atau sebaliknya,sehingga Ilmu psikologi l;ebih mengarak kepada “ Kecerdasan Majemuk “ atau MI “ Multipel Intellegence yang dipopulerkan oleh Howard Gardner,1993 seorang psikolog dari havard Universcity AS. Dalam sebuah bukunya “ Frames of Mind : The theory of Multiple Intellegence “,artinya kecerdasan seseorang bukan berdasarkan IQ saja tetapai ada beberapa hal yang berperan yaitu :
·         Kecerdasan bahasa ( Linguistik )
·         Logika matematika ( logical matemathica )
·         Ruang ( Spatial )
·         Gerak tubuh ( Bodily-kinesthetic )
·         Musik ( musical )
·         Interpersonal
·         Intrapersonal
Ada beberapa  pendapat tentang IQ,kaum nativis...berpendapat bahwa jika seseorang terindikasi keterbelakangan mental,maka seumur hidupnya tidak mungkin ia memahami hal hal yang abstrak sejenis hitungan atau lainnya.sebaliknya  kaum Emperis  menyatakan bahwa orang dengan IQ rata ratapun,kalau dilatih baik baik aspek aspek kecerdasannya,kreativitasnya serta kecerdasan emosinya dia kan berhasil luar biasa.
Dalam kehidupan sehari hari kita sering menemukan perbedaan kemampuan berfikir antara anak anak dan orangtua / para lansia...misalnya menghafal nomor telpon,ini diungkapkan dengan istilah fluid intellegence adalah kemampuan proses informasi  secara cepat,hubungan berfikir dan ingatan  dalam bentuk analogi.Sedangkan crystallized Intellegence adalah akumulasi informasi,ketrampilan ketrampilan dan strategi yang telah dipelajari  selama  hidup dan dapat diterapkan untuk memecahkan masalah.
Intelegensi  seseorang dipengaruhi beberapa faktor :
·         Faktor Pembawaan
·         Faktor lingkungan dan kebudayaan
·         Konvergensi atau interaksi bawaan dan lingkungan
·         Dan pem,bentukan kepribadaian

Jenis kepribadian :
Berdasarkan  ciri fisik dan berorientasi pada penyakit kejiwaan
1.  Tipe Asthenis,bertubuh kurus,tinggi bertempramen mirip penderita Skizofrenia
2. Tipe athletis yaitu tegap,tinggi besar seperti olahragawan,bertempramen mirip penderita epilepsi
3. Tipe piknis,gemuk pendek bertempramen seperti penderita manis-depresif

Berdasarkan  cairan tubuhnya:
1. Tipe sanguinis,sangat periang,sebagian besar dipengaruhi oleh darah
2. Tipe plegmatik,lamban,tak bersemangat yang banyak berpengaruh adalah kelenjar ludah
3. Tipe melankolik,sedih,murung banyak dipengaruhi empedu hitam
4. Tipe kolerik,pemarah,cepat bereaksi,banyak dipengaruhi empedu kuning.

Berdasarkan  karakteristik psikologis 
1. Tipe Introvet,cendrung menarik diri,menyendiri,terutama dalam keadaan masdalah atau emosional.
2. Tipe ekstrovet , orang yang justru dalam keadaan tertekan dia bergabung dengan oranglain
3. Tipe Ambivert,campuran kedua jenis tersebut.

KEPRIBADIAN
Berasal dari kata personality yang artinya pesona “ topeng “,beberapa teorinya ;

·      Teori psikoanalitis,oleh sigmund Freud yang memandang kepribadian terdiri dari 3 komponen yaitu Id ( naluri ),Ego ( kesadaran ) dan superego ( hati nurani ),interaksi ketiga komponen tersebut terwujud dalam perilasku
·      Kaum Behavioristik,B.F Skinner,memandang kepribadian sebagai kebiasaan yang tersusun dari sejumlah hubungan rangsangan danb respon yang memperoleh penguatan.
· Leon festinger,kognisilah yang  membentuk perilaku.isi kognisi tersebut adalah pengetahuan,minat,sikap,penilaian dan harapan tentang duni.
·      Psikologi Humanistik menekankan pada kebebasan berkehendak sebagai bagian dari kepribadian manusia
·      Teori Biopsikologi, oleh Richard davidson yang memandang kepribadian sebagai hasil kerja bagian bagian dari otak.
Maka dapat disimpulkanlah bahwa kepribadian itu adalah organisasi dinamis dalam diri individu yang terdiri dari sistem psiko-fisik menentukan cara penyesuaian diri yang unik dari individu tersebut terhadap lingkungannya.
“ 5 Besar “ 9(The Big five theory ) oleh L.L Thurstone 1934 disingkat dengan kode OCEAN atau CANOE.
1.      Oppenness to eksperince,yaitu keterbukaan pada pengalaman baru
2.      Conscientiouness,yaitu memenuhi tugas,berencana dan teratur
3.      Ekstraversion,yaitu ceria,berorientasi pada rangsangan yang ada pada luar
4.      Agreeableness yaitu bersifat sosial,bersahabat,cinta damai
5.      Neuroticism,yaitu reaksi emosional,mudah terpicu emosi negatifnya.

Ekspresi,menyangkut ;
1. Penampilan fisik,menggambarkan orang yang bersangkutan
2. Temperamen,yaitu suasana hati yang menbetap dan khas individu
3. Kecerdasan dan kemapuan termasuk kreatifitasnya
4. Arah minat dan pandangan mengenai nilai nilai /hobi
5. Sikap sosial bisa diukur dengan psikotes
6. Cara pembawaan diri,kecendrungan patologis dan kecendrungannya dalam motivasinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar