Senin, 14 Maret 2011

Di Balik Kisah Seorang Isteri Prajurit Tni-AD…..


Orang Bijak Mengatakan
Bahwa Jika Engkau ingin sukses dalam kehidupan maka tanamkanlah dalam dirimu tentang 
kekuatan
 DOA…USAHA…ILMU..Dan TAWAKAL !”

Perjalanan Cinta ,
Manusia Hidup melalui jalan yang berliku,merentas kerikil dan duri yang tajam !
Masih jelas terekam semua kenangan itu…dalam ingatan saya…..
Kisahnya bermula,waktu itu sekitar akhir tahun   1997 saya sedang bertugas  sebagai seorang Bidan Desa di Puskesmas Bengkarek Sungai Ambawang yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Mempawah…..dengan jarak tempuh kira-kira 4 – 5 jam perjalanan melalui air. Suasana Di Kabupaten  Mempawah sungguh menegangkan karena pada waktu itu telah terjadi Kerusuhan ke dua  antar Etnis. Sehingga Kepala Dinas Kesehatan Kami yang dipimpin oleh Dr.Hutasoit memerintahkan  kami segera menghadiri rapat darurat di Mempawah .Ternyata dari sinilah bermula garis kehidupan yang lain yang mulai saya tapaki……!
Pada itu Waktu saya sedang menunggu jemputan Ambulance, di daerah Pontianak Utara…Tiba-tiba seorang Prajurit TNI-AD dengan pakaian lorengnya menegur saya dan menayakanApakah Benar Ibu yang namanya Bidan Sri ?...dengan senyuman saya menjawab Iya…! Saya juga heran kenapa Dia mengenal saya ? Dengan sedikit perbincangan saya mengetahui  bahwa Dia adalah seorang Danton yang pernah PAM Kerusuhan pertama antar Etnis  didaerah sebelah tempat saya bertugas tepatnya di daerah Rantau Panjang! Ternyata secara diam-diam Danton itu menaruh hati kepada saya,namun baru kali ini dapat  bertemu langsung…..sejak itu kami sering bertemu disaat-saat Danton itu istirahat dari  tugas PAM kerusuhan yang berposko di Koramil Pontianak Utara,dan saya pun terpesona dengan gagahnya sang Danton berpakaian Loreng ! sekitar 2  bulan kemudian si Danton  menanyakan sesuatu yang benar-benar diluar Dugaan Apakah mau menjadi isteri saya ? begitu cepatkah….Gerakan cinta sang Prajurit Tni-AD ? Dengan pertanyaan yang sama Dia tanyakan kembali dan akhirnya kami meminta petunjuk Yang maha Kuasa dengan menjalan kan sholat Istikharah….yang paling menggelikan….seorang peramal cina yang berada disekitar Koramil Pontianak Utara pun mengatakan bahwa Jodoh si Prajurit berawal di sini !

Akhirnya….Tuhan memberikan kehidupan baru untuk saya  memulai mengarungi biduk berumah tangga,maka atas restunya jualah
Kami menikah 18 Oktober 1998,dan dengan bahagianya saya mengikuti suami ke asrama Batalyon Armed-16 di Ngabang.Sangat senang menjadi isteri Prajurit dan tinggal di asrama….Pagi-pagi sudah ada suara-suara bernada semangat prajurit terdengar di depan rumah sambil berlari-lari,suara sirene pertanda apel malam dan di asrama pula berawal saya belajar  segala hal suka dan duka semua tercipta..Mengikuti kegiatan organisasi…kegiatan profesi kedinasan  yang waktu itu saya masih berstatus PTT dan mengurus rumah tangga,
Hidup berumah tangga bukanlah suatu hal yang mudah,menyatukan dua pendapat yang berbeda,antara saya dan suami,namun saya meyakinkan diri bahwa hidup akan lebih jadi baik sesudah menikah walaupun….Semua terkadang sangat  melelahkan namun saya yakin dan percaya bahwa pengalaman yang di dapatkan dalam berorganisasi dan profesi selalu memberi nilai tambah yang tak tergantikan dengan uang berapapun besarnya,sehingga dengan keyakinan itu  Semua bisa saya lalui dengan baik.hingga akhirnya saya di karuniai dua orang anak yang jaraknya tidak terlalu jauh…anak kami yang pertama bernama  Ridho Azhar Rivaldy yang lahir di Pontianak pada tanggal 2 Agustus 1999,sedangkan anak kami yang kedua Aldila Rosanti lahir di Ngabang tanggal 13 Oktober 2000.Bayangkan betapa repotnya  membagi waktu untuk semua itu…

Pendidikan adalah kunci kesuksesan keluarga,
Sebagai manusia terkadang kita mengalami titik kejenuhan,lalu saya bertanya pada diri saya sendiri “ Apakah waktu yang berjalan dari hari ke hari hanya berjalan menoton saja ? apa mungkin saya bisa menjadi seorang wanita yang berguna baik bagi keluarga maupun bagi orang lain……saya berfikir harus ada perubahan dalam hidup saya ……. akhirnya saya berbisik kepada sang suami …..A’ adalah panggilan kesayangannya ….saya mau sekolah lagi,boleh ndak ? sang suami terdiam dan saya tidak tahu…apakah Diamnya pertanda setuju atau tidak! Saya sadari akan banyak pengorbanan jika saya memilih untuk melanjutkan pendidikan,Hidup ini adalah pilihan,tapi InsyaAllah pilihan itu sudah saya prioritas baik buruknya. Saya menghadap ke Ketua Cabang yang pada waktu itu di ketuai oleh Ny.Aida Gatot E.P untuk meminta izin melanjutkan pendidikan..
Memang ..awalnya Beliau keberatan karena saya akan  meninggalkan suami dan secara fungsional saya tidak maksimal dalam membantu tugas suami sebagai seorang Komandan Batrai Markas….Namun,dengan beberapa alasan saya kemukan demi  peningkatan karier saya dimasa yang akan datang yang juga akan mendukung kesejahteraan moril dan materiil yang berpengaruh positif terhadap keberhasilan tugas suami. akhirnya beliau ,mengizinkan.
Ya Tuhan….segala sesuatu yang diawali niat baik pasti akhirnya akan baik pula….Pertengahan tahun 2001 saya mengikuti tes akademi Kebidanan yang berada di Pontianak pada angkatan ke dua Program khusus bidan,Alhamdulillah saya Lulus.
Saat itu Ada rasa Bahagia…kesedihan pun saya rasakan,apakah saya sanggup berpisah meninggalkan suami seorang diri di Ngabang ? Apakah bisa…dengan serba keterbatasan biaya saya melanjutkan pendidikan ???

Setiap kesuksesan selalu diawali cobaan,
Semua nya saya jalani dengan Tekad..dan Alhamdulillah,Saya dapat melanjutkan Pendidikan Selama Kuliah,saya dan anak-anak tinggal bersama kedua orangtua saya.
Agar tidak merepotkan mereka,anak kami yang pertama kami ikutkan Playgroup di SD mujahidin sedangkan anak kami yang kedua kami titipkan ke TPA di dekat kampus tempat saya kuliah Setiap harinya dengan menggunakan kendaraan roda dua saya mengantar dan menjemput anak-anak dari Playgroup dan TPA..
terkadang hujan deras diatas motor,antara air hujan dan air mata menjadi satu…seharusnya ada sang suami yang mengantar kami,…tapi dalam hati berkata Tidak…saya tidak boleh menyerah,ini semua adalah ujian sementara ! saya yakin untuk menggapai sukses memang ada pengorbanan,hidup selalu penuh dengan tantangan,selalu ada hambatan,selalu ada yang harus dilewati…..sekalipun banyak kerikil tajam yang menghadang,saya harus tetap melangkah…..
Saya berusaha menjaga kesehatan saya dan anak-anak selama jauh dari suami,karena apabila sakit…saya tidak mau di salahkan oleh suami……Tak terasa Kebutuhan keuangan untuk Susu dan biaya hidup sangatlah tinggi dan Untuk menambah kecukupan keuangan kami,di sela-sela pendidikan saya mendapatkan tambahan  keuangan dengan membantu teman-teman membuat makalah-makalah dan tugas kuliah.serta skripsi..Memang terkadang lelah sekali tapi..tidak apa semua adalah ujian bagi saya dan keluarga…terkadang waktu itu ada rasa malu dan minder…bila melihat dan membandingkan diri dengan sosok teman lain yang berkehidupan mewah….dengan mudahnya mengeluarkan biay”sudahlah….Yanti….dirimu  tak sama dengan mereka tapi….dirimu bisa menjadi terbaik dari mereka” ( hati kecil saya berkata. Akan hal ini ! )
Untuk mengadakan pertemuan dengan suami,kami mengatur jadwal karena tidak setiap waktu suami bisa izin bermalam apalagi saat itu suami sebagai Kakorum di Batalyon Armed yang sedang bertugas ke Ambon selama 1 tahun 16 Bulan..cukup berat tugas dan tanggung jawab seorang kakorum,saya paham dan sangat mengerti…..saya tidak ingin sesuatu terjadi disaat sang suami memimpin kepercayaan yang diberikan oleh Komandan kepadanya karena itulah saya mengalah…dan DuaMinggu sekali saya dan anak-anak mengunjungi suami di Ngabang dengan menggunakan bis malam hari agar anak-anakku bisa istirahat kami beranngkat jam 7 malam dan setibanya di simpang Armed Ngabang jam 12 malam dimana dengan setianya sang suami dan motornya menunggu kedatangan saya dan anak-anak dengan tatapan yang berbinar haru dan penuh kerinduan saya menitikan air mata bahagia karena kerinduan pada suami terobati….?


Entahlah,tapi saya harus menahan semua rasa yang berkecamuk di dada ketika saya dengar suara anak-anak Ayah…………………! Hanya beberapa hari kami di ngabang karena saya harus kuliah lagi, ,Pada saat seperti itulah saya manfaatkan untuk berbenah rumah,dan mengikuti kegiatan organisasi serta menikmati kebersamaan dengan keluarga dan yang tak kalah penting adalah mencurahkan segala keluh kesah serta kegiatan yang saya lakukan  di Pontianak.
Ya Tuhan….Dengan Kebahagiaan….akhirnya saya lulus D 3 Kebidanan dan mendapat Predikat Terbaik pertama,… Didepan mimbar saya memberikan kata sambutan ,dengan rasa bangga….satu demi satu saya berjalan menuju ke tempat dimana puncaknya perjuangan hidup saya dalam menggapai pendidikan ini,inilah jawaban yang pernah saya ragukansebelumnya  apakah seorang isteri prajurit dengan keterbatasan dapat lebih dari mereka-meraka ? …..sang suami dan anak-anak melihat seorang ibu..seorang isteri yang telah bersusah payah berbicara “ Terbaik ini….saya persembahkan untuk suami dan anak-anak tercinta …..

Berikan yang terbaik..
Beberapa bulan kemudian saya mengikuti Tes CPNS di Pontianak dan Alhamdullillah saya diterima….bersamaan dengan itu pula suami saya Pindah ke Kodim 1201 mempawah…sebagai Pasi Min Log Kodim.
Dalam bekerja sebagai sosok Bidan saya berusaha menerapkan Kode etik Profesi dan berbagai pengalaman saya di Organisasi Persit kartika Chandra Kirana  membuat saya lebih matang dalam menjalankan tugas dan berorganisasi…..saya tidak mau ada orang yang mengatakan Ah…..isteri Prajurit sama saja dengan isteri-isteri  yang lain ! Tidak  !
Bekerja dan selalu bekerja menekuni apa yang sudah menjadi tanggung jawab diri adalah sesuatu yang menyenangkan  walau demikian terkadang pula menimbulkan perselisihan ringan antara saya dan sang suami,terkadang sang suami menganggap saya terlalu porsir dalam  bekerja,saya katakan padanya “ kita baru memulai untuk merintis dan saya tidak mau semua sia-sia seperti angin tidak berbekas ….tapi….Saya tetap berusaha membagi waktu antara Kedinasan…berorganisasi Persit Kartika Chandra Kirana, serta Berorganisasi IBI Cabang Kota Pontianak  dimana saat ini saya di tunjuk sebagai salah satu pengurus ,dan
mengelola sebuah Praktek swasta serta menjadi ibu rumah tangga bagi suami dan anak-anak.

Berkat kekuatan DOA USAHA,ILMU Dan TAWAKAL yang selalu saya tanamkan dalam diri,sekarang saya dapat mendirikan sebuah Praktek Swasta yang sudah berjalan selama 3 tahun.Dengan bertahap saya melengkapi peralatan Klinik sesuai dengan standar yang telah
di tentukan,….kalau dihitung-hitung secara materi kami belum sanggup untuk mendirikan sebuah praktek kebidanan namun,sang suami selalu menguatkan dengan perkataan yang menyejukkan hati…sabar dan pelan-pelan,InsyaAllah semua akan terlaksana !

setiap bulannya jika ada kelebihan uang gaji yang kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,uang inilah yang kami investasikan untuk penambahan fasilitas di praktek kami.Setiap detik dan menit yang berlalu,saya senantiasa tak putusnya berdoa,ya Tuhan…berilah saya kesehatan,kekuatan agar selalu dapat membantu hamba-hambamu yang lain yang memerlukan pertolongan saya,kendatipun tak bisa dipungkiri sebagai manusia biasa saya kerap merasakan letih……………..namun membuat rasa bangga dalam diri adalah bila malam harinya ada yang ingin melahirkan saya terbangun….untuk melaksanakan kewajiban saya sebagai seorang bidan yang mana esok paginya saya pun  harus melaksanakan kewajiban saya sebagai pegawai negeri di institusi tempat saya bekerja,mengikuti kegiatan organisasai Persit maupun IBI.Saya menyadari bahwa kekuatan yang saya miliki sehingga saya bertahan seperti ini tidak lepas dari support sang suami yang mau turut serta pula membantu dalam melaksanakan tugas ini seperti merujuk  pasien ke rumah sakit apabila terjadi kegawatdaruratan kebidanan,dalam hati kecil saya Ya Tuhan..terima kasih Engkau telah memberikan pendamping hidup yang setia menemani saya dalam keadaan suka maupun duka.
Yang paling menyenangkan  Alhamdulillah ...dari sekian Praktek swasta Bidan di Pontianak tepatnya  23 September 2008 saya Lulus mengikuti sertifikasi uji Kompetensi dan diberi kepercayaan menjadi sosok Bidan Delima.
Bidan Delima adalah idaman semua bidan namun tidak mudah untuk mendapatkannya…..semua harus melewati beberapa ujian baik dari segi pengetahuan,Skiil maupun sikap ke profesionalan.Betapa terharunya saya…….sampai-sampai pada waktu itu,rasanya tidak percaya namun inilah kenyataan,Praktek Swasta Kami di kunjungi oleh Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia dan menjadi tempat study banding bagi Bidan-Bidan daerah serta mahasiswa kebidanan.,
Di Puskesmas Tambelan Sampit tempat saya bertugas,saya di percaya sebagai Koordinator Program Kesehatan Reproduksi,hal ini tidaklah saya sia-siakan.Saya selalu meminta saran suami apabila saya mengalami kesulitan serta kendala dalam menyelesaikan tugas,Pernah suatu hari saya di hubungi oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak bahwa akan ada kunjungan Dirjen Kesehatan Pusat ke Puskesmas tentang kegiatan Kesehatan Reproduksi,rasanya……seperti Petir menyambar karena hal ini sangatlah mendadak,Namun karena saya adalah Isteri seorang Prajurit yang sudah terlatih..terbiasa untuk mendadak,saya siapkan semua agar berjalan dengan Baik..dari situlah saya merasakan hikmahnya menjadi seorang isteri Prajurit…
Ketika waktu terus bergulir,siang berganti malam…malam bertukar siang,kehidupan yang saya geluti mulai mewujudakn asa yang melambung tinggi…tapi ini bukan lagi hanya sekedar asa namun sudah menjadi realita.

Tahun ini…,saya diberi kepercayaan oleh Dinas Kesehatan untuk menjadi Tenaga Para Medis Teladan Pertama Tingkat Kota Pontianak dan Menjadi Para Medis Teladan Ke tiga untuk Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2008..Saat saya menerima penghargaan tersebut,saat saya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,tidak terasa air mata saya berlinang….betapa Besarnya tuhan memberikan Hidup kepada saya.Barangkali inilah jawaban dari Tuhan atas doa-doa yang terlintas dari bibir yang setiap saat melafaskan munajat dikeharibaanNya,saya sangat yakin bekerja tanpa diiringi doa sangatlah mustahil bisa berhasil…..tak hentinya saya mengucapkan syukur kepada Sang Ilahi Rabbi atas karunia nikmat atas cucur rahmat yang telah dilimpahkaNya dalam kehidupan saya bersama suami dan anak-anak tercinta……………………..
Sepulangnya dari upacara penerimaan penghargaan itu,saya jemput anak-anak ke sekolah dan saya berteriak kepada anak-anak….Mama Terpilih…mama terpilih…..saya ingin menularkan kepada anak-anak semangat saya…..saya ingin anak-anak tahu bahwa apa yang saya lakukan adalah semua demi mereka.
Saat ini sang suami sudah berpindah tugas sebagai Danramil – 17 Sungai Raya,dengan demikian maka secara otomatis saya menjadi ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 18 Sungai Raya Kodim 1201 mempawah…..dan Alhamdulillah sekarang kami kembali menikmati satu dapur bersama.tapi….memang selama kami bertugas di koramil sungai Raya bertambahlah kegiatan kami…….karena ada kegiatan di Bandara ! Sibuk dan menyenangkan karena bertemu dan menyambut tamu-tamu Penting merupakan penambahan wawasan bagi saya secara pribadi….Terima kasih…kepada Ketua Cabang XLV Kodim 1201 mempawah…kepada Ketua Cabang Kodim 1201 Pontianak  dan Ketua Koorcab Rem 121 PD VI TanjungPura “ Ibu Nukman Kosadi…..,yang memahami takkala saya tidak ada hadir pada kegiatan penerimaan tamu dibandara karena adanya tugas saya yang tidak bisa saya tinggalkan di tempat yang berbeda…..
Saya ingat pada waktu bertemu Ibu Ketua PD VI TanjungPura….senyumnya lembut dan semangatnya yang terpancar dari cerita-cerita singkatnya sewaktu beristirahat sejenak di Bandara…..membuat Saya ingin kelak pada saat saya berusia seperti Beliau saya masih tetap sinergis…agar bisa berbuat banyak untuk orang lain.dan saya juga  selalu berusaha menanamkan hal ini kepada anggota melalui kegiatan-kegiatan di Ranting…tentang  empat pesan penting ibu Negara yaitu pesan pertama self Respec selalu menghargai diri sendiri,kedua Self Confidence memiliki rasa percaya diri tinggi,ketiga Self Improvement mengembangkan diri dan pesan keempat Self Reliance yaitu menjadi wanita yang mandiri.

Diantara kesibukan Dinas,Profesi dan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana,kegiatan bandara dan Organisasi IBI,saya meluangkan waktu untuk mengantar jemput anak sekolah,kegiatan ekstrakurikuler,mengajar mata pelajaran bagi anak-anak di rumah,apa lagi menjelang ujian….

saya batasi kegiatan luar agar saya lebih focus kepada anak-anak,karena sangatlah sia-sia apabila kita berhasil namun anak-anak kita gagal…saat ini telah terjadi krisis Budaya di Negara kita akibat pengaruh globalisasi dan tehnologi informasi yang kian cepat hal inilah yang menjadi utama untuk senantiasa memberikan pendidikan dini dalam keluarga serta pengawasan kepada anak-anak,apa lagi anak kami yang pertama kini sudah memasuki awal pra remaja.dan saya berusaha menanamkan semangat kebangsaan kepada anak-anak dengan memperkenalkan kepada mereka cerita kepahlawanan,berita Television yang berkaitan dengan upacara peringatan-peringatan besar seperti Peringatan HUT  TNI  5  Oktober dan Hari kemerdekaan 17 Agustus….kami ingin anak-anak kami memiliki semangat seperti semangat yang dimiliki oleh kedua orang tuanya.
Hari itu saya merenung membuka tabir hidup yang telah saya lalui,saya menyadari bahwa setiap masalah yang datang ke saya dan keluarga akan bisa saya selesaikan jika meminta tolong “  Tuhan Jika ada masalah saya hadapi dengan antisipasi,apa yang bisa saya pelajari darinya…?
Dan saya mulai bekerja dengan sepenuh hati untuk menyelesaikan masalah yang datang,saya tidak mengharap hidup tanpa masalah,tapi saya mengharap saya punya kekuatan untuk menyelesaikan masalah secara bermakna dan mendapatkan pertumbuhan spiritual.
Buat saya….hidup bermakna atau berarti sebuah perjuangan yang panjang dank eras,buat saya semua yang ingin kita dapatkan dan raih harus diperjuangkan,untuk itu…..tidak ada kata menyerah dan kalah,yang terpenting adalah selalu ingat kepada Sang Maha Pencipta karena tanpa seizinya tak akan dapat kita gapai kesuksesan dan kebahagiaan.
Untuk itu sebagai ungkapan rasa terima kasih atas keberkahan hidup yang saya dapatkan,malam ini saya berdoa Tuhan…..masih ada keinginan hati yang Semoga Engkau Ridhoi , saya ingin terus meningkatkan Pendidikan Profesi,…saya Ingin berdua dengan suami tercinta menjalankan Perintah –Mu yang ke Lima,Izinkanlah Ya Tuhan…Amien.

                                                                                     






16 komentar:

  1. wow........hidup memang perjuangan....two thumbs for U........

    BalasHapus
  2. amiiin...
    success y ibu... ^^
    smoga ak jg bisa sesukses ibu atau malah lebi sukses dr ibu:)
    amiin
    saiia jd termotifasi bu :)
    smoga shat slalu ^^

    BalasHapus
  3. amin....
    mudah"an kesampean yah ibu...

    BalasHapus
  4. amiinn ..
    ternyata jodoh itu tanpa disengaja ..
    jdi terharu bu bcanya, smoga kelak aku seperti ibu ..
    dan kisah cinta ku sprti ibu .. amiinnn ya rabb

    BalasHapus
  5. Semoga kisah ini bisa menginspirasi hidup saya terimakasih bu,,, :) salam kenal

    BalasHapus
  6. salut buat ibu sri seorang ibu persit kartika candra kirana yg benar2 beda dari ibu2 persit yg saya kenal...siksees selalu ibu smg pengalaman ibu dpt menginspirasi saya.....amin

    BalasHapus
  7. cerita ibu memberikan saya motivasi dalam menjalankan hidup yang begitu banyak lobang2 yang dalam, dan harus kita lalui dengan semangat yang menguatkan kita,,,
    semoga saya bisa seperti ibu ,, dengan menghadapi hidup in,,,
    terima kasih bu,

    *dan harapan saya juga semoga saya mendapatkan pendamping yang seperti suami ibu,,,
    :)

    BalasHapus
  8. Sukses Ya bu......semoga bisa menjadi inspirasi dan motifasi bagi persit yang lain, dan tentunya mungkin untuk seorang bidan juga.... yang tentunya tidak mudah dimana kita harus pandai membagi waktu antara tugas ibu selaku Persit dan tugas propesi ibu sebagai seorang Bidan.... Salam buat keluarga bu..... terutama kepada Bapak, selaku mantan Komandan saya sekaligus sbagai orang yang sudah saya anggap sebagai orangtua saya.....Wassalam...! Serda Andi Rustandi Sekeluarga..

    BalasHapus
  9. Terimakasih ibu sri sudah berbagi kisah cinta yg sangat indah. Semangat ibu menginspirasi saya, semoga saya dengannya berjodoh,amin.... '' Ada cinta ditanah rencong, cintaku tumbuh bersemi dibumi serambi mekkah... Dan kisah itu berawal dari Seulawah scout camp, pidie, NAD.''

    BalasHapus
  10. trharuu banget,wkt yang singkt utk prknalan mnjd indah.allhamdulilah ya bu smga ibu dn kluarga sht walafiat ,langgeng smpai akhr hayat amiien.. :) ,doain sy y bu agar bs nyusul ibu dn kluarga jg amien2 ya rabbalallamin...salam kenal ibu dr sy d riau. :)

    BalasHapus
  11. semangat bu bidan , semoga saya bsa sprti ibu . hidup dengan penuh semangat !!

    BalasHapus
  12. subhanalloh... terharu saya...
    perjuangan itu memang berat bu, tapi kalau dijalani dengan sepenuh hati maka akan terasa indah...

    BalasHapus
  13. Stlh saya baca dri pesan2 ibu diatas. Sya sgt salut dg ibu.. Seorang bidan ♈aϞƍ begitu °˚S̤̥̈̊ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥♏åªΩĞ媪††˚° demi keluarga. Semoga saya bisa sprti ibu nantinya. آمِينْ Menjadi istri ♈aϞƍ hebat bsa membgi waktu.. Kebetulan kisah saya hampir sma dg ibu. Menjadi pcr seorang danton ♈aϞƍ begitu sibuk.. Doakan sya bu smg sya kuat dan ikhlas menjalani ni smw nnti apabila sya sdh menikah dgn beliau.آمِينْ

    BalasHapus
  14. bu sri mulyanti, sukses ya bu buat karirnya...
    saya dulu juga gitu bu, penuh pengorbanan, membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga....sampai akhirnya saya keluar dari pekerjaan saya di Rumah sakit swasta....tapi alhamdulillah skarang saya hampir selesai menyelesaikan kuliah D 4 Kebidanan di poltekkes Surakarta...

    BalasHapus
  15. Subhanallah, saya terharu ibu. Sangat memotivasi saya. Semoga nggak kalah semangat dari ibu. Sukses ibu

    BalasHapus
  16. hari gini masih susah cari kerjaan ? cape dech.... mending kerja di jobcopas guys, udah mudah dan hasilnya pun memuaskan, asal rajin kerjanya,,, silahkan visit ke http://kerjacopypaste-syarifah.blogspot.com.

    BalasHapus